MUI Menjawab Tuduhan Kuasa Hukum Ahok Terkait Penistaan Agama




KanalBerita8.co-
Dalam posisi sebagai saksi terkait penerbitan Sikap dan Pandangan Keagamaan MUI dalam merespon pidato Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, KH. Ma’ruf Amin menjelaskannya dengan tegas dan jelas.

Hanya saja, muncul opini yang menyesatkan, yang tdak terkait dengan substansi. Misalnya soal tidak adanya tabayun, status rapat-rapat di MUI, hingga masalah quorum. Bahkan, Tim Advokasi Ahok mengeluarkan rilis yang menyesatkan.

Dr. Asrorun Niam Sholeh, MA selaku Sekretaris Komisi Fatwa MUI menjelaskan, bahwa KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI memang benar tidak melihat video secara langsung dalam proses penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI. Tetapi bukan berarti proses penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan ditetapkan tanpa melihat video.

“Komisi Pengkajian MUI mendalami secara serius, mulai dari telaah video, transkrip hingga validasi ke Kepulauan Seribu. Proses penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan dengan melibatkan empat komisi di MUI.”

Kemudian, dalam Pendapat dan Sikap Keagamaan, MUI memang tidak fokus membahas makna QS. al-Maidah 51 dan tafsirnya, akan tetapi membahas dan mengkaji pernyataan Basuki Tjahaja Purnama  yang belakangan membuat gaduh masyarakat, apakah masuk kategori menghina al-Quran dan ulama atau tidak, dalam perspektif agama Islam.

Dengan demikian, tabayun yang dilakukan adalah untuk memastikan apakah rekaman ucapan itu benar apa tidak, yaitu dengan konfirmasi pada pihak-pihak yang bisa dimintai penjelasan. Karenanya, tim MUI juga konfirmasi ke Kepulauan Seribu, untuk tabayun terkait benar tidaknya rekaman ucapan itu disampaikan oleh Ahok.

Setelah memperoleh konfirmasi kebenarannya, maka tim pengkajian memberikan data ke Komisi Fatwa MUI untuk dibahas dalam perspektif agama. MUI fokus pada teks, tidak mengejar niat, karena dalam menetapkannya, MUI berpegang pada yang tersurat. “Nahnu nahkumu bi al-zhawahir, Wallaahu yatawalla al-sarair”

Asrorun Ni’am membenarkan,  bahwa pada 9 Oktober 2016, MUI DKI mengeluarkan Surat Teguran pada Ahok, dan pada 11 Oktober 2016, MUI Pusat mengeluarkan Pendapat dan Sikap Keagamaan. Keduanya tidak bertentangan, bahkan paralel. Surat MUI DKI juga ditembuskan ke MUI Pusat, yang juga dijadikan masukan dalam penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan. Ketua Umum dan Sekum MUI DKI juga menjadi anggota Komisi Fatwa MUI Pusat.

Hal yang perlu dipahami, proses pembahasan Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI telah dimulai sejak awal Oktober 2016, sebelum MUI DKI mengeluarkan Surat Teguran.


Dengan demikian, asumsi yang menggambarkan bahwa MUI Pusat menetapkan Sikap dan Pandangan Keagamaan secara mendadak, tiba-tiba atau tergesa-gesa, sangat tidak beralasan. Prosesnya cukup lama dan serius dilakukan, dengan melibatkan empat komisi (Komisi Pengkajian, Komisi Fatwa, Komisi Hukum, dan Komisi Infokom).

Pembahasan diawali dengan penelitian oleh Komisi Pengkajian, dilanjutkan ke Komisi Fatwa, Hukum dan Infokom. Setelah itu dibawa ke Rapat Pimpinan Harian, setelah itu dirumuskan sebagai hasil dari Rapat Pimpinan.

Ada yang mempertanyakan soal kuorum rapat. Ni’am menjelaskan, bahwa dalam Pedoman MUI, rapat komisi fatwa dapat dilaksanakan jika sudah mencapai jumlah anggota yang dianggap memadai oleh pimpinan.

“Kuorum tidak terkait dengan jumlah minimal kehadiran. Walau demikian, dalam rapat-rapat pembahasan, peserta rapat dari sisi jumlah, bahkan lebih banyak dari rapat-rapat Komisi Fatwa pada kasus yang lain.

Pada rapat Komisi Fatwa membahas kasus Ahok  itu, hadir Ketua MUI yang membidangi Fatwa, Ketua dan Wakil-Wakil Ketua Komisi Fatwa, Sekretais dan wakil-wakil Sekretaris Komisi Fatwa, dan puluhan anggota Komisi Fatwa.

Bahkan hadir dalam rapat tersebut lima guru besar dari berbagai bidang: fikih, ushul fikih, hukum, dan tafsir. Hadir pula akademisi dari berbagai kampus: UIN Jakarta, UI, IIQ (Institut Ilmu Al-Qu’ran) Jakarta, Uniat (Universitas At-Tahiriyah) Jakarta, UAD, PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran), dan lain-lain. Ada juga Rektor IIQ dan Direktur Pascasarjana IIQ. Mereka hadir dan ikut pembahasan.  (pm)

KOMENTAR ANDA

Name

cyber Daerah dunia islam ekonomi Gosip Internasional Kesehatan Kriminal nasional Olahraga Peristiwa politik video
false
ltr
item
KanalBerita8|Media Online: MUI Menjawab Tuduhan Kuasa Hukum Ahok Terkait Penistaan Agama
MUI Menjawab Tuduhan Kuasa Hukum Ahok Terkait Penistaan Agama
https://1.bp.blogspot.com/-eHXZU9EGJYQ/WJMOaKlaROI/AAAAAAAADLM/S4rmiVgCcVgkzKAWeqz_TECtbgtah-AEwCLcB/s640/152.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-eHXZU9EGJYQ/WJMOaKlaROI/AAAAAAAADLM/S4rmiVgCcVgkzKAWeqz_TECtbgtah-AEwCLcB/s72-c/152.jpg
KanalBerita8|Media Online
http://www.kanalberita8.co/2017/02/mui-menjawab-tuduhan-kuasa-hukum-ahok.html
http://www.kanalberita8.co/
http://www.kanalberita8.co/
http://www.kanalberita8.co/2017/02/mui-menjawab-tuduhan-kuasa-hukum-ahok.html
true
7265525121395005005
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy