Didepan Pejabat BUMN,Jokowi:Jangan Sampai Ada Yang Datang Pakai Nama Saya




KanalBerita8.co-
Presiden Jokowi mengingatkan kepada para direksi BUMN jangan sampai terlibat masalah hukum seperti suap dan korupsi. Eks Walikota Solo itu juga mengingatkan jangan ada yang mencatut namanya. "Siapapun, nggak mau saya nama saya dipakai-pakai. Nggak siapapun, entah orang dekat saya, saudara saya, ndak ada," kata Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan Executive Leadership Program (ELP) di Istana Negara, kemarin. Ini semacam program pelatihan dari Kementerian BUMN untuk menciptakan pemimpin BUMN ke depan dan untuk memperbaiki kinerja BUMN. Sebanyak 600 peserta yang umumnya adalah direksi BUMN hadir dalam balutan seragam hitam putih. Sejumlah menteri tampak hadir mendampingi Jokowi antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dalam pidatonya, Jokowi berpesan agar BUMN berani dan optimistis meningkatkan target investasi. Selain itu, Jokowi mengingatkan soal rencana pembentukan holding BUMN. Jokowi ingin pembentukan holding BUMN dapat cepat diselesaikan. Namun, kecepatan itu harus diiringi dengan kehati-hatian.

"Cepat, tapi kalkulasinya yang matang. Jangan asal gabung, jangan asal besar. Arahnya dan tujuannya baik, tetapi prosesnya harus betul-betul hati-hati. Dikalkulasi betul manajemennya seperti apa, supervisinya seperti apa, tata kelolanya seperti apa, efisiensinya seperti apa. Betul-betul harus dihitung," papar Jokowi.

Nah, di akhir pidato Jokowi menyelipkan pesan kepada seluruh peserta. Pertama, Jokowi mengatakan jangan mempercayai jika ada orang yang mencatut namanya. "Kalau ada yang datang atas nama saya, entah itu saudara, orang dekat saya memakai nama saya untuk tujuan tidak benar, jangan. Saya ingatkan jangan dipenuhi, saya cinta saudara, saya tidak ingin saudara kena juga," katanya.

"Siapapun, nggak mau saya nama saya dipakai-pakai. Enggak siapapun, entah orang dekat saya, saudara saya, ndak ada," tegasnya lagi.

Kedua, Jokowi berpesan jangan sampai ada lagi kasus direksi kena masalah hukum. "Saya minta BUMN jangan sampai ada yang kena masalah lagi. Saya nggak mau ada yang kena masalah lagi. Hati-hati semuanya, hati-hati," kata Jokowi, serius.

Dia menjelaskan, sekarang adalah era keterbukaan informasi. Penyelewengan atau korupsi yang dilakukan sekarang bisa terungkap lima tahun mendatang. Maka semua harus menghindari korupsi.


Jokowi menceritakan ada kasus yang bermula sejak 2012, namun baru terungkap saat ini. Dia tak menyebut perusahaan BUMN apa yang dimaksud. "Saya nggak ngomong BUMN mana. Tapi gambarnya ada," ucapnya.

Sedetik kemudian, layar presentasi di belakang Jokowi menunjukkan gambar pesawat Garuda Indonesia dan mesin Garuda. Peserta pun tertawa mendengar sentilan itu. Mungkin mengingatkan kasus yang menimpa eks Dirut Garuda Emirsyah Satar yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan mesin Garuda dari perusahaan Inggris Rolls-Royce.

Akibat kasus ini, prestasi Emir yang berkilau seperti menguap. Padahal, selama memimpin, Emir bisa membuat maskapai pelat merah itu dari rugi Rp 5 triliun menjadi untung. Di akhir masa jabatannya, 2014, Emir juga bisa membawa Garuda masuk menjadi maskapai bintang lima.

Emir disangka menerima suap dari tersangka Soetikno Soedarjo dalam bentuk uang dan barang, yaitu uang sebesar 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau setara Rp 20 miliar.

Kasus ini terkait pengadaan 11 pesawat Airbus A330-300 pada 2012. Ketika itu, kontrak penandatanganan pembeliannya dilakukan oleh Emir dan Executive Vice President Programes Airbus Tom William di Istana Negara, yang disaksikan langsung Presiden SBY dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Kesebelas pesawat itu sebetulnya tidak masuk rencana melengkapi armada Garuda yang tercantum dalam program Quantum Leap Garuda. Mesin pesawatnya memakai Rolls-Royce Trent 700. Mesin ini ternyata masuk daftar hitam lembaga penerbangan sipil di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration Safety Alert(rmol)

KOMENTAR ANDA

Name

cyber Daerah dunia islam ekonomi Gosip Internasional Kesehatan Kriminal nasional Olahraga Peristiwa politik video
false
ltr
item
KanalBerita8|Media Online: Didepan Pejabat BUMN,Jokowi:Jangan Sampai Ada Yang Datang Pakai Nama Saya
Didepan Pejabat BUMN,Jokowi:Jangan Sampai Ada Yang Datang Pakai Nama Saya
https://2.bp.blogspot.com/-FM0AM8-A-PI/WIl7G5Ek4xI/AAAAAAAACxg/rvZRjqvLuRQGFwHvargINMhMt1WMw3VUgCLcB/s640/489.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-FM0AM8-A-PI/WIl7G5Ek4xI/AAAAAAAACxg/rvZRjqvLuRQGFwHvargINMhMt1WMw3VUgCLcB/s72-c/489.jpg
KanalBerita8|Media Online
http://www.kanalberita8.co/2017/01/didepan-pejabat-bumnjokowijangan-sampai.html
http://www.kanalberita8.co/
http://www.kanalberita8.co/
http://www.kanalberita8.co/2017/01/didepan-pejabat-bumnjokowijangan-sampai.html
true
7265525121395005005
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy